Kelemahan rumah baru

  1. Lokasinya cenderung menjauh dan sentra aktifitas yang sudah ada. Bentuk penyebaran hunian pada rumah baru biasanya semakin menjauh dan pusat karena lahan/tanah di pusat kota sudah penuh terpakai dan semakin mahal, kecuali tipe hunian vertikal semacam apartemen dan susun. Maksud lain di balik penempatannya yang menjauh dan pusat kota karena pengembang ingin membentuk pusat aktivitas baru, di luar yang sudah ada;
  2. Bangunan property belum berdiri dan mungkin hanya berdasarkan citra dan brosur sebagai gambaran.
  3. Lingkungan rumah yang baru kadang belum terbentuk dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi benar-benar ‘hidup’.
  4. Fasilitas umum perumahan seperti sportclub atau kawasan nia ga belum tentu sudah berdiri.
  5. Pajak relatif lebih mahal dan rumah lama.
  6. Risiko investasi lebih besar daripada rumah second yang kawasannya relatif sudah terbangun dan mapan. Jika pengembang berkomitmen tinggi untuk mengembangkan kawasan intern dan kawasan di sekitar lahan terbangun maka risiko ini mengecil.
  7. Para penghuni butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi karena sistem sosial dan fasilitas belum berjalan normal.
  8. Rumah second selalu tersedia karena pergerakan dinamis yang nomaden/berpindah-pindah.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://jualanrumah.blogsome.com/2008/07/26/kelemahan-rumah-baru/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.